Sunday, October 31, 2010

Kisah Suami Isteri Tiada Teladan


Halim dan Milah baru pulang dari kenduri di rumah saudara Milah.Halim agak penat dan lapar kerana memandu sepanjang perjalanan pulang memakan masa 4 jam.

"Milah,buatkan abang nasik dengan telur goreng,boleh?"pinta Halim."Okeh!"kata Milah.Milah pun masuk ke dapur.Milah pun membasuh beras.Tiba-tiba kepala Halim tercongok di tepi peti sejuk,"Milah,Milah,basuh beras bilas 2 kali ya!"kata Halim."Baik bang!"kata Milah dengan riang.Milah membasuh beras dan meletakkan bekas beras itu ke dalam rice cooker."Milah,Milah,tekan butang dia betul2!Pastikan lampu menyala!"jerit Halim."Baik bang!"jawab Milah lagi.

Milah pun pergi ke peti sejuk dan mengambil dua biji telur.Sedar-sedar,Halim sudah ada ditepinya."Abang..abang nak makan sangat2 ke?Ke abang nak makan Milah ni?Hehehehe"tanya Milah bergurau.Muka Halim serius."Milah,pintu peti sejuk tu,tutup elok-elok!" kata Halim.

"Alah abang ni.."kata Milah mula rasa Halim annoying."Telur tu ketuk bagi pecah elok-elok,kulit telur jangan ada tertinggal lak,"kata Halim sambil jarinya menunjukkan pada Milah di mana telur itu patut diketuk."Minyak dah panaskan ke?Apsal minyak tak dipanaskan lagi?"

Milah memecahkan telur dan memukul 2 biji telur."Pakai garpu!Pukul telur tu sampai rata!Garam jangan lupa masukkan!" pesan Halim agak kuat dan serius sambil berdiri di sebelah Milah.Milah memukul telur itu sebaik mungkin."Kuat lagi,kuat lagi!"jerit Halim macam orang gila.Milah sudah mula rasa tension.

"Kuali ni dah berasap Milah,kuali tu dah berasap!Habis!Habis!"jerit Halim makin lantang."Iye bang,saya nampak ni..." kata Milah sambil menuang telur ke dalam kuali.Berdesit bunyinya lalu mengeluarkan bau yang harum."MILAH!MILAH!Dah nak hangit tu!JAGA-JAGA!KARANG TERBAKAR!" jerit Halim makin menggila.

"ABANG!APA NI!?Saya nak goreng telur aje.Tak payah la nak ajar saya sampai macam tu sekali!Sakit telinga saya dengar abang terjerit-jerit.Bukannya saya tak reti!Dah banyak kali la saya goreng telur!" balas Milah tak tahan dengan perangai suaminya.

Halim dengan selamba bangun ke ruang tamu untuk menonton sukan,"macam tu lah perasaan saya masa driving 4 jam on the way kita ke rumah tadi.Tension kan?"

Thursday, May 20, 2010


“I am Me. In all the world, there is no one else exactly like me. Everything that comes out of me is authentically mine, because I alone chose it -- I own everything about me: my body, my feelings, my mouth, my voice, all my actions, whether they be to others or myself. I own my fantasies, my dreams, my hopes, my fears. I own my triumphs and successes, all my failures and mistakes. Because I own all of me, I can become intimately acquainted with me. By so doing, I can love me and be friendly with all my parts. I know there are aspects about myself that puzzle me, and other aspects that I do not know -- but as long as I am friendly and loving to myself, I can courageously and hopefully look for solutions to the puzzles and ways to find out more about me. However I look and sound, whatever I say and do, and whatever I think and feel at a given moment in time is authentically me. If later some parts of how I looked, sounded, thought, and felt turn out to be unfitting, I can discard that which is unfitting, keep the rest, and invent something new for that which I discarded. I can see, hear, feel, think, say, and do. I have the tools to survive, to be close to others, to be productive, and to make sense and order out of the world of people and things outside of me. I own me, and therefore, I can engineer me. I am me, and I am Okay.”

Saturday, April 10, 2010








LAWATAN KE ZOO NEGARA BERSAMA PELAJAR PRASEKOLAH SK DUSUN NANDING~~

I miss all of you like the sun misses the flowers, like the sun misses the flowers in the depths of winter, instead of beauty to direct it's light to, the heart hardens like the frozen world which your absence has banished me to...<3<3<3

Sunday, March 14, 2010

Seuntai Doa Buat Sahabat~

Tak ada yang bisa kuberikan kecuali doa untukmu, sebatas mampuku pula...

Sahabat, dalam ruang perjalanan sejarah peradaban manusia
Ia kehidupan kita
Di ruang kecil itu ada ruang mimpi kita bersama
Jauh dibelakang sana!
Dan untuk membuka ruang mimpi itu,
Kita harus memasuki koridor-koridor waktu yang cukup panjang dan sarat beban
Sarat rintangan, namun sarat pula akan kesan
Dan kitapu sering bertemu ruang-ruang buntu dan berdebu, yang membuat kita ragu
Sahabat, pernah mungkin kita terjaga dari mimpi indah itu
Lalu termangu kita dalam hampa,
Menatap realita yang sangat jauh dari berbeda

Sahabat, kadang kita melewati lorong yang cukup luas
Hingga kita bisa melangkah bersama beriringan
Namun ada masanya, kita melewati lorong yang yang sempit
Hingga kita terpaksa menapakinya bergantian... sendirian!
DISAAT ITULAH KITA RASAKAN KESUNYIAN MENETAPI HATI
Mencekam hingga menusuk kalbu yang paling dalam

Sahabat, disaat itulah aku baru sadar
Bahwa tanpamu jalan ini terasa jauh dan sepi sekali
Tanpamu semua akan menjadi lelah
Ceria berubah menjadi kegetiran....., kecemburuan...., bahkan kemarahan......!

Namun, Sahabat,
Begitulah perjalanan yang mau tidak mau harus kita lalui
Untuk membuktikan pada ﷲ bahwa kita mencintai-Nya!

Sahabat,
Bila kau terjaga dari mimpimu dan merasakan kesunyian yang sama
Ingatlah…bahwa do’aku selalu menyertaimu
Bila kau terjaga dari mimpimu dan merasakan kepedihan yang sama
Ingatlah, bahwa do’aku salalu menyertaimu
Mudah-mudahan Allah mnegumpulkan kita kembali di jannah-Nya, sebagai bagian dari golongan hamba-Nya yang bertakwa.

Monday, February 15, 2010

bb~


sebuah keinsafan~

Sendiri di satu pagi memandang cerahnya hari dengan udara yang sejuk. Membuatku selalu berfikir, mengapa seindah ini dunia yang Engkkau ciptakan bagi kami. Membuatku selalu bertanya, apa yang Engkau harapkan ketika mencipta aku dan semua keindahan ini. Satu hal yang sangat tidak kupahami tetapi menjadikanku dengan tulusnya menyatakan bahwa ternyata Engkau sangat mencintaiku.
Suatu hal yang indah yang telah kuperoleh dari Mu. Tetapi apa balasku, aku bahkan lalai dengan apa yang Engkau tugaskan padaku. Lalai saja tidak cukup, bahkan aku melakukan hal hal yang Engkau larang melalui kitab dan rasul Mu. Sungguh apa yang bisa kukatakan mengenai semua ini, semua menjadi sebuah tuak yang menghinakan aku.
Aku ingin hidup seribu tahun lamanya agar aku bisa memperbaiki semua kelakuanku selama ini. Tetapi apakah itu bisa menjamin bahwa diriku tidak akan kembali melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya, untuk ketiga kalinya atau bahkan untuk kesekian kalinya. Sama sekali tidak menjamin, karena aku hanyalah seorang manusia tempatnya dosa dan kesalahan.
Malu sekali diriku ketika melakukan kesalahan, kemudian bersimpuh di malam Mu tetapi keesokan harinya aku melakukan kesalahan yang sama. Teramat sangat malu diriku untuk kembali meminta maaf Mu, sehingga diriku menjadi salah satu manusia yang tergolong munafik. Aku selalu bilang aku sudah melakukan apa yang Engkau perintahkan tetapi aku sendiri tak tahu apa itu kulakukan karena cintaku kepada Mu atau hanya kulakukan sebagai kewajibanku saja. Sungguh hinanya diriku ya Rabb.
Ya Rabb berilah aku sedikit kekuatan untuk menangkal godaan makhluk Mu yang selalu mengajakku ke dalam kebathilan. Bantulah aku agar bisa bersanding dengan umat umat Rasul Mu di surga yang telah Engkau sediakan untuk beliau. Tambahkanlah rasa cinta ku kepada Mu ya Rabb agar aku dapat selalu melakukan apa pun yang Engkau perintahkan kepadaku. Agar aku senantiasa beribadah karena kecintaanku kepada Mu.

SKDN!!